Tegel Batu Sikat

 Alat dan Bahan
Alat :
1. Sendok semen
2. Ember plastik
3. Triplek
4. Sikat Kawat (untuk batu sikat)

Bahan :
1. Pasir
2. Semen
3. Batu hias (putih dan hitam)
4. Air


 Cetakan
1. Dibuat dari triplek ukran 30×30 cm dengan tebal 3 cm
2. Bahan cetakan :
 Triplek
 Paku
 Lem kayu

 Cara membuat
1. Dibuat desain hias tegel.
2. Cetakan disiapkan.
3. Perbandingan pasir 1 kg dan semen 2 kg, dicampur air sesuai takaran, tidak
terlalu basah dan kering.
4. Dimasukkan ke dalam cetakan, ratakan, dan dibentuk desain pada bahan
tersebut.
5. Batu kerikil ditempelkan sesuai dengan bentuk desain, baik garisnya, atau diisi semua sesuai dengan kreativitas.

 Kemudahan dan Kesulitan
Kemudahan
1. Menggosok tegel dengan menggunakan sikat kawat secara hati – hati.
2. Meratakan hasil adukan ke dalam cetakan.
3. Membentuk desain pada bahan tersebut.

Kesulitan
1. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan teliti dan cepat.
2. Waktu yang dibutuhkan banyak sehingga kita harus memiliki waktu yang cukup luang dalam mengerjakan tegel batu sikat ini. Yaitu pengerjaan proses akhir yang harus ditunggu selama 4 jam.
3. Pencampuran bahan antara semen dan pasir 2:1. Karena apabila terdapat kelebihan maupun kekurangan, maka akan memperoleh campuran yang telalu pekat atau mungkin encer.
4. Biaya yang dikeluarkan banyak.

 Pengalaman
Dari praktek seni yang pernah saya lakukan sebelumnya, praktek inilah yang paling sulit dikerjakan. Karena dalam pengerjaan tegel batu sikat ini dibutuhkan ketelitian dan kecepatan. Praktek ini juga membutuhkan banyak waktu. Dimulai dari tahap awal, kita harus mengerjakan hal – hal seperti mencampur semen dan pasir, menuangkannya ke cetakan, serta meratakan semen tersebut. Dalam peletakan batu kerikil pun sangat sulit, karena harus dilakukan dengan cepat. Apabila tidak, maka semen akan cepat mengering sehingga batu tidak bisa melekat di semen. Biaya yang diperlukan lebih banyak dikeluarkan. Karena kelas kami harus membeli lagi bahan – bahan yang diperlukan. Namun di balik itu semua, saya rasa praktek ini memberikan pengalaman yang lebih bagi saya. Saya bisa melakukan praktek ini di rumah kapan saja. Dan apabila kita berpikir ke depan, praktek ini juga bisa menambah keterampilan dan wawasan kita untuk melakukan usaha sendiri (berwiraswasta).

 Pesan dan Saran
Untuk program tahun depan, saya harap perlu ada jadwal bagi siswa yang akan melakukan praktek untuk setiap minggunya, agar waktu yang digunakan tidak terbuang percuma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: