Angklung

Banyak pertunjukan (pagelaran seni) yang dapat ditampilkan di “Saung Mang Udjo”. Diantaranya adalah demonstrasi Wayang Golek, arak – arakan khitanan, Arumba, Tari Topeng dan angklung Padaeng .Dan pagelaran ini ditampilkan selama satu setengah jam.
Wayang golek ditampilkan secara singkat, yaitu sekitar 10 – 15 menit. Karena apabila ditampilkan secara utuh, pertunjukan wayang golek akan memakan waktu sekitar 7 jam atau mungkin dua malam. Walaupun ditampilkan secara singkat, wayang golek ini tetap membawa kesan humor yang tinggi terhadap penonton. Wayang golek menceritakan tentang gambaran dan kehidupan manusia. Wayang golek ini selalu membawa pesan moral yang berguna bagi kehidupan.

Pagelaran yang kedua adalah arak – arakan khitanan. Pagelaran ini menceritakan tentang tradisi yang berlaku di pedesaan. Yaitu yang memberikan suatu hiburan kepada anak laki – laki yang akan dikhitan. Dalam arak – arakan ini, anak yang dikhitan duduk di kursi khusus (yang diangkat oleh 2 orang). Sementara anak tersebut mendapatkan hiburan dari kawan – kawannya yang ikut dalam arakan khitanan. Kawan – kawannya tersebut menari dengan lagu – lagu Sunda beriringan dengan angklung tradisional.
Pagelaran yang selanjutnya adalah Arumba. Arumba adalah alat musik bambu yang diciptakan menurut musik modern (band). Tapi lagu yang dihasilkan tetap membawa nada yang harmonis dan menimbulkan hal yang baru bagi pendengarnya. Arumba merupakan singkatan dari alunan rumpun bambu.
Pagelaran yang ke-empat adalah Tari topeng. Tari topeng yang ditampilkan sangat menarik bagi penonton. Karena penari dapat membawakan tarian itu dengan dengan tubuh yang gemulai.Tari ini ditampilkan oleh 3 orang penari.
Selanjutnya adalah Angklung mini. Angklung miniatur ini tidak hanya sebagai khiasan namun juga sebagai suatu alat musik. Buktinya angklung – angklung ini dapat dimainkan. Dan disajikan lagu – lagu Nusantara sampai lagu anank – anak popular.
Pagelaran yang ke-tujuh adalah angklung Padaeng. Angklung ini bernada diatonis (do-re-mi). Angklung tidak hanya menampilkan suatu musik tradisional, tetapi juga dapat menampilkan musik modern.
Acara yang terakhir yaitu bermain angklung bersama. Di bagian ini kita diajarkan bagaimana cara memainkan angklung dengan benar. Bagaimana teknik dalam bermain angklung. Di sini, kita mendapatkan ilmu yang baru yaitu kode diatonis yang berasal dari Belanda dengan menggunakan kode tangan. Setelah siap untuk bermain, kita akan diberi partitur untuk dimainkan bersama. Sekitar 10 menit bagian ini berlangsung. Dan acara ini dilanjutkan dengan penutupan. Acara penutupan memberi kesan yang terdalam, karena di bagian ini kita sebagai penonton dibawa ke panggung pagelaran untuk mengikuti suatu permainan penutupan.

Penilaian : Acara kunjungan ke Saung Mang Udjo ini sangat
Bermanfaat. Selain kita mendapatkan banyak
ilmu tentang kesenian yang berasal dari Jawa
Barat, kita juga mendapatkan banyak gambaran
untuk belajar angklung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: