Majas

Metonimia
= Majas yang memakai nama ciri / hal yang ditautkan dengan nama merek barang.
Ex : Ayah pergi ke Jakarta
dengan Kijang.

Sinekdok
= Majas yang mengungkapkan sebagian untuk semua, semua untuk sebagian.
# Totem Proparte = semua untuk sebagian.
Ex : Jawa Barat mendapatkan
mendali emas sebanyak 4
buah dalam Pekan
Olahraga Nasional.
# Pars Prototo = sebagian untuk semua.
Ex : Sudah beberapa hari ini
tidak terlihat batang
hidungnya.

Alusio
= Majas yang menggunakan peribahasa, ungkapan, atau sampiran pantun.
Ex : – Cintanya bagaikan air di
daun talas.
– Toko batik di seberang
jalan itu sedang banting
harga.

Elipsis
= Majas yang menghilangkan unsur kalimat, yang dengan mudah dapat
ditfsirkan.
Ex : – Masih kau tidak percaya
dalam fisik badanmu sehat tapi dalam psikis …
– jika anda tidak mengerjakan tugas … anda tahu sendiri kan
Akibatnya.

Anastrof ( Inversi )
= Pemblikan susunan dari yang biasanya.
Ex : – Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat
peringainya.
Kalimat yang biasanya ; Ia pergi meninggalkan kami, kami keheranan melihat perngainya.

Litotes
= Merendah, tidak sesuai dengan kenyataan.
Ex : Silahkan mampir ke gubuk kami yang reyot ini.
Ironi
= Majas yang bersi sindiran.
Ex : Bersih sekali bajumu sampai – sampai banyak tanahnya.

Oksimoron
= Majas yang antar bagian – bagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.
Gabungan kata yang memiliki efek pertentangan.
Ex : – Nuklir dapat menjadi pemusnah missal tetapi juga dapat
mensejahterakan manusia.
– Keramah tamahan yang sangat bengis.

Antitesis
=
Ex : Peremuan dan laki – laki sama saja, asalkan dia baik.

Paradoks
=
Ex : Saya merasa sunyi di tengah – tengah kota yang ramai ini.

Personifikasi
= majas yang mengungkapkan suatu benda mati yang dianggap bisa
melakukan sesuatu seperti manusia.
Ex : Di dingin udara pagi yang menusuk ke tubuh, aku berjalan
melewati pepohonan yang melambai – lambai karena angin.

Sarkasme
= Majas yang menyindir secara kasar.
Ex : Badanmu besar sekali seperti kudanil.

Simile
= Majas yang menyatakan perbandingan eksplisit.
Ex : Wajah pencuri itu pucat laksana bulan kesiangan ketika dipergoki
warga desa.

Repetisi
= Majas yang menyatakan pengulangan kata atau kelompok kata.
(Biasanya majas ini banyak digunakan pada pidato atau puisi)
Ex : bukan guna- guna, bukan mantra – mantra, bukan pula juga sihir
untuk menundukkan hati sang pangeran.

Eufimisme
= Menggunakan istilah.
(Digunakan untuk menghaluskan makna)
Ex : – Sejak peristiwa trigs itu terjadi, Amri berubah akal.
– Ayahnya sudah tidak ada di tengah – tengah mereka.

Antonomasia
= Menyatakan sifat dan fisik seseorang.
Ex : – Kemana si landak pergi ?
– Si kacamata itu adalah sahabatku.

Klimaks
= Sifatnya naik
Ex : Jangankan sebulan, setahun, sewindupun akan ku tunggu.

Anti klimaks
= Sifatnya menyusut
Ex : Membeli pakaian tidak usah yang mahal – mahal seharga dua puluh ribu, lima belas, atau sepuluh ribupun sudah baik.

Alitersi
= Pengulangan konsonan
Ex : Keras – keras kerak, kena air lembut juga.

Asonansi
= Pengulangan vokal
Ex : Kura – kura dalam perahu, pura – pura tidak tahu.

Apofasis ( Preterisio)
= Menyangkal dan menegaskan
Ex : Saya tidak mau membicarakan kamu tentang masalah
penyelundupan.

Apostrof
= Menyapa seseorang yang tidak ada di tempat itu / pengalihan
amanat.
Ex : Wahai para leluhur bantulah kami untuk menyelesaikan
Masalah ini.

Asindeton
= yang kata, frase, kalimatnya tidak dihubungkan dengan kata hubung
dan menggunakan koma.
Ex : Vini, Vidi, Vici ; Saya dating, saya lihat, saya menang.

Polisindenton
= Kebalikan dari Asindeton. Menggunakan kata hubung.
Ex : Dan kemanakah burung – burung yang gelisah dan tak beranak
dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang bakal merontokkan
bulu – bulunya.

Kiasmus
=
Ex : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami
untuk melanjutkan usaha ini.

Histeron Posteron
= Kebalikan dari sesuatu yang logis / wajar.
Ex : Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk dapat
berteduh dengan tenang.

MAJAS BERLEBIHAN

Pleonasme
= Jika kata yang berlebihan dihilangkan , tidak akan merubah makna.
Ex : Air itu membasahi sekujur tubuhnya.
(Jika kata sekujur dihilangkan maka, makna dari kalimat tersebut tidak akan berubah)

Tautologi
= Pengulangan
Ex : Globe bulat bentuknya

Perfrasisi
= Menggunakan kata yang lebih banyak daripada yang diperlukan.
Ex : – Ia telah meninggalkan dunia yang fana ini pada hari sabtu sore
( meninggalkan dunia yang fana = meninggal )
– Seorang bayi telah meramaikan jagad yang ramai ini pada hari
senin pagi.
( telah meramaikan jagad yang ramai ini = lahir )
– Sepasang kekasih ini telah meninggalkan masa lajangnya.
(meninggalkan masa lajangnya = menikah )

Hiperbola
= Melebih – lebihkan.
Ex : Teriakan adikku telah mengguncangkan seluruh isi kota.

Asosiasi
= Perbandingan keadaan yang lain yang sesuai dengan deskrpsi.
(menggunakan kata bak, bagaikan, seperti)
Ex : – Budaya bangsa bagaikan lautan yang volume airnya tak
terhingga banyaknya.
– Kenakalan remaja seperti gunung es.
( gunung es = ancaman )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: