KEKERINGAN

Seperti yang kita ketahui, kekeringan yang telah terjadi pada tahun lalu dan juga tahun – tahun sebelumnya telah menyebabkan kerugian. Bukan hanya kerugian untuk sektor pertanian, ekonomi maupun lingkungan. Tetapi juga akan merugikan bagi seluruh masyarakat yang berada di pelosok nusantara.
Pengertian Kekeringan dan Musim Kering
Pengertian kekeringan
1. Kekeringan adalah suatu keadaan dimana suplay air di dalam tanah sangat sedikit akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
2. Kekeringan adalah keadaan dimana kebutuhan air tanaman tidak dapat lagi dipenuhi oleh pasokan air bak dari curah hujan maupun irigasi sehingga menyebabkan tanaman layu.
3. Kekeringan adalah hubungan antara ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air baik untuk hidup, pertanian, kegiatan ekonomi maupun lingkungan.

Pengertian musim kering
Musim kering adalah musim yang selalu terulang di tanah air. Perubahan lingkungan menyebabkan iklim tidak lagi teratur , musimkemarau bisa dating lebih awal dan cukup lama disbanding keadaan normal.

Macam – Macam Kekeringan
Adapun macam – macam dari kekeringan :
a Kekeringan Meteorologis / klimatologis
Berhubungan dengan curah hujan . Apabila curah hujan berada di bawah garis dari curah hujan yang normal.
b Kekeringan pertanian
Berhubungan dengan kekurangan lengas tangan (kandungan air di dalam tanah) sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman pada periode tertentu.
c Kekeringan antropogenik
Kekeringan yang disebabakan karena tidak taatnya pada peraturan.
– Kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan .
(Akibat tidak taatnya pengguna terhadap pola tanam / pola penggunaan air)
– Kerusakan kawasan tangkapan air, sumber – sumber air akibat perbuatan manusia.
d Kekeringan sosial – ekonomi
Berkaitan dengan kondisi dimana pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal akibat terjadi kekeringan meteorologi, antropogenik, dan pertanian.

Gejala Terjadinya Kekeringan
Gejala terjadinya kekeringan :
1. Kekeringan berkaitan dengan menurunnya curah hujan di bawah normal.
2. Ditandai dengan kekurangan kandungan air di dalam tanah (lengas tanah) sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman paada fase tertentu paada wilayah luas yang menyebabkan kekeringan.
3. Terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah . air tanah diukur berdasarkan elevasi (sudut) muka air sungai, waduk dll.

Kajian Indikator Kekeringan
Ada beberapa kajian indikator kekeringan :
a Kekeringan Meteorologis / klimatologis
Intensitas kekeringan menuryt definisi meteorologist
– Kering (curah hujan di bawah normal)
70% – 85% dari keadaan normal.
– Sangat kering (curah hujan jauh di bawah normal)
50% – 70% dari keadaan normal.
– Amat sangat kering (curah hujan amat jauh di bawah normal)
Curah hujan < 50% dari keadaan normal.
b Kekeringan hidrologis
(pasokan air permukaan dan air tanah)
– Kering : apabila debit air sungai mencapai periode 5 tahunan.
– Sangat kering : aliran jauh di bawah periode 25 tahunan.
– Amat sangat kering : aliran di bawah periode 50 tahunan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: